Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Service Excellent: Kunci Utama Membangun Kepercayaan dan Loyalitas
Balikpapan, 25 Oktober 2025 — Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melaksanakan Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Service Excellent dengan tema “Kunci Utama dalam Pembangunan Kepercayaan dan Loyalitas”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Hotel Sepinggan, Kota Balikpapan, dan diikuti oleh 17 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, serta jejaring mitra Pascasarjana UINSI Samarinda.
Pelatihan ini menghadirkan dua trainer berpengalaman dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yakni Dr. Rahmat Yuliawan, SE., MM., dan Dr. Dhikrul Hakim, M.Pd.I., C.T., yang juga merupakan Founder & CEO Al Hakim Center Multicultural Education Jombang.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur Pascasarjana UINSI Samarinda, Dr. Khojir, M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini. “Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Pascasarjana UINSI dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalitas dosen serta tenaga kependidikan, terutama dalam memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua UPM Pascasarjana, Dr. Sudadi, M.Pd., Sekretaris Program Doktor PAI, Dr. Agus Setiawan, M.Pd., serta perwakilan jejaring mitra dosen. Salah satu narasumber menyampaikan bahwa pelatihan Service Excellent ini menjadi sangat penting karena masih banyak civitas akademika yang belum memahami secara utuh tentang prinsip pelayanan prima, khususnya dalam konteks layanan akademik kepada mahasiswa.
“Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga kesempatan bagi peserta untuk melakukan sharing dan mengikuti uji kompetensi secara langsung,” jelasnya.
Pada hari kedua, peserta mengikuti uji kompetensi BNSP, yang mengukur kemampuan peserta dalam menerapkan nilai-nilai service excellence di lingkungan kerja. Hasil dari uji ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan di Pascasarjana UINSI Samarinda serta memperkuat budaya pelayanan yang berorientasi pada kepuasan dan kepercayaan mahasiswa.
Dalam sesi materi, para trainer menegaskan pentingnya service excellence dalam membangun hubungan yang berkelanjutan. Berdasarkan data Bain & Company, sebanyak 70% pelanggan berhenti berbisnis karena pengalaman layanan yang kurang memuaskan. Oleh karena itu, pelayanan prima menjadi aset berharga bagi setiap lembaga, termasuk perguruan tinggi.
“Kepercayaan dan loyalitas adalah fondasi kesuksesan lembaga modern yang berkelanjutan. Pelayanan prima menjadi jembatan untuk membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan,” tutup Dr. Dhikrul Hakim.
Humas Pascasarjana (I.m)




