Pascasarjana UINSI Samarinda
Akademik

Yudisium XXXIV Pascasarjana UINSI Samarinda: Mengukuhkan 15 Magister Baru Berbasis Integritas Keilmuan dan Spirit Kelembagaan

Pascasarjana UINSI New – UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda menyelenggarakan Yudisium Pascasarjana ke-XXXIV pada Senin, 27 April 2026, bertempat di Ruang Ujian Doktor Kampus I. Kegiatan ini menjadi momentum akademik penting dalam menandai keberhasilan studi sekaligus pengukuhan gelar magister bagi para lulusan.

Pada periode ini, sebanyak 15 mahasiswa resmi diyudisium, yang terdiri atas berbagai program studi, yakni lima lulusan Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), tiga lulusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), satu lulusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), tiga lulusan Hukum Keluarga (HK), satu lulusan Ekonomi Syariah (ES), satu lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta satu lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Komposisi ini mencerminkan keberagaman disiplin ilmu yang berkembang dalam lingkungan Pascasarjana UINSI Samarinda.

Foto Direktur Pascasarjana UINSI Samarinda

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana, Mukhamad Ilyasin, menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni administratif, melainkan tonggak historis dalam perjalanan akademik dan profesional para lulusan.

Ia menyampaikan bahwa capaian gelar magister merupakan bentuk legitimasi keilmuan yang harus diiringi dengan tanggung jawab moral dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa perkembangan kelembagaan Pascasarjana UINSI Samarinda menunjukkan dinamika yang progresif dan terukur. Hal ini menjadi bagian dari transformasi institusi dalam memperkuat daya saing akademik, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.

Foto Lulusan Mahasiswa Magister S2

Menurutnya, relasi harmonis antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah turut menjadi faktor strategis dalam mendukung kemajuan tersebut, meskipun dinamika sosial tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Dalam perspektif epistemologis, Direktur Pascasarjana juga mengutip pemikiran Quraish Shihab mengenai tiga tingkatan keyakinan dalam keilmuan, yaitu ‘ilm al-yaqin, ‘ayn al-yaqin, dan haqq al-yaqin. Ketiga tingkatan ini, menurutnya, perlu menjadi landasan dalam membangun integritas akademik sekaligus kedalaman spiritual para alumni.

Dengan demikian, kecintaan terhadap almamater harus tercermin melalui sikap konstruktif dan kontribusi positif dalam mempromosikan citra institusi di ruang publik. Ia juga menekankan pentingnya peran alumni sebagai representasi institusi.

Narasi dan pernyataan alumni di masyarakat dinilai memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk persepsi publik terhadap kualitas dan kredibilitas kampus. Oleh karena itu, setiap lulusan diharapkan mampu menjadi duta akademik yang membawa nilai-nilai keilmuan, etika, dan profesionalisme.

foto Direktur kalungkan Medali

Menutup sambutannya, Direktur Pascasarjana menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang telah dikukuhkan sebagai Magister, seraya berpesan agar mereka meninggalkan jejak berupa kenangan, pengalaman, dan karya terbaik sebagai bentuk kontribusi nyata bagi almamater dan masyarakat luas.

Foto Wakil Direktur Kalungkan Medali

Sementara itu, perwakilan lulusan dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Ilham Nur, M.Pd., turut menyampaikan pesan dan kesan yang merefleksikan pengalaman akademik selama menempuh studi.

Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran di Pascasarjana UINSI tidak hanya membentuk kapasitas intelektual, tetapi juga memperkuat karakter dan tanggung jawab keilmuan sebagai calon intelektual Muslim yang berkontribusi bagi pembangunan umat dan bangsa.

Humas Pascasarjana (I.m)