Eksistensi Global UINSI: Dosen UINSI Kupas Tradisi Hadis Ulama Banjar di Forum Internasional
Pascasarjana UINSI SAMARINDA – Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda terus memperkuat eksistensinya dalam ranah akademik internasional melalui partisipasi aktif dalam forum ilmiah lintas negara. Dalam kegiatan Intellectual Discourse on Quranic and Hadith Studies yang diselenggarakan bekerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia, salah satu dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Dr. Muhammad Hasan, dipercaya sebagai pemateri utama.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meet pada Jumat (24/4/2024) tersebut mengangkat tema “Penulisan Hadis Arba’in: Suatu Analisis terhadap Tradisi Intelektual Ulama Banjar.” Tema ini merepresentasikan upaya integratif antara khazanah keilmuan lokal dengan kajian hadis dalam perspektif akademik kontemporer.

Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Hasan mengkaji secara komprehensif karakteristik tradisi penulisan hadis di wilayah Banjar yang dinilai memiliki kekhasan tersendiri. Ia menegaskan bahwa kontribusi ulama Banjar tidak hanya signifikan dalam konteks lokal, tetapi juga memberikan pengaruh terhadap perkembangan studi keislaman di kawasan Nusantara. Analisis yang disampaikan tidak terbatas pada aspek tekstual semata, melainkan juga mencakup dimensi transmisi keilmuan serta dinamika intelektual yang membentuk identitas masyarakat Muslim di wilayah tersebut.
Forum ilmiah ini merupakan bagian dari rangkaian perkuliahan Kursus PPPF6623: Wacana Tafsir dan Hadith Nusantara yang diselenggarakan oleh UKM. Keterlibatan Dr. Muhammad Hasan dalam forum tersebut mencerminkan peran strategis UINSI Samarinda dalam memperluas jejaring akademik serta memperkuat kontribusi keilmuan pada tingkat regional.
Sebagai informasi, Dr. Muhammad Hasan merupakan alumni program magister dan doktoral dari Fakulti Pengajian Islam UKM. Selain menjalankan tugas akademik sebagai dosen, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Pusat Kerjasama dan Layanan Luar Negeri UINSI Samarinda.
Partisipasi dosen dalam forum internasional ini selaras dengan visi institusi untuk menjadi pusat unggulan pengembangan studi keislaman yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara. Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diikuti oleh mahasiswa dan akademisi dari Indonesia dan Malaysia, serta diwarnai dengan pertukaran gagasan terkait pelestarian manuskrip klasik sebagai bagian dari warisan intelektual Islam di dunia Melayu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara UINSI Samarinda dan UKM dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi berkelanjutan, baik dalam bentuk penelitian bersama, pertukaran akademisi, maupun publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
