Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Magister PAI UINSI, Kenalkan AI untuk Pembelajaran Inovatif
Kegiatan PkM tersebut dikemas dalam bentuk workshop pendidikan dengan mengusung tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran”. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru sekaligus memperkenalkan pemanfaatan AI secara bijak dalam proses belajar mengajar.
Dalam sambutannya, Dr. Hj. Fathul Jannah menegaskan bahwa pemanfaatan AI merupakan keniscayaan di era digital. Namun demikian, ia mengingatkan agar AI digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran pendidik.
“AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan memotivasi peserta didik, tetapi tetap perlu disaring agar kita tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi,” ujarnya.
Workshop ini diikuti oleh para guru MI dan SMPIT Al Adawiyah dengan antusiasme tinggi. Hal tersebut terlihat dari kesiapan para peserta yang langsung membawa serta menggunakan laptop masing-masing selama kegiatan berlangsung.
Sesi pertama workshop disampaikan oleh Saiful Basroni, S.Pd., mahasiswa PAI Semester III, yang memperkenalkan pemanfaatan Google Gemini sebagai salah satu platform AI generatif. Saiful menjelaskan bahwa Google Gemini merupakan kecerdasan buatan generatif yang mampu mengolah informasi menjadi pengetahuan baru.
“Bapak dan Ibu dapat membayangkan Gemini sebagai asisten cerdas atau rekan kerja virtual yang bisa diajak berdiskusi, membuat soal, merancang ide pembelajaran, hingga membantu penulisan kode sederhana sesuai instruksi,” jelasnya.
Saiful mengemukakan beberapa alasan mengapa Google Gemini direkomendasikan bagi guru. Pertama, integrasinya dengan ekosistem Google Workspace yang sudah familiar di lingkungan sekolah. Kedua, keberadaan fitur Canvas yang memungkinkan pengguna bekerja dalam tampilan dokumen luas, sehingga cocok untuk menyusun modul ajar atau membuat aplikasi kuis sederhana tanpa harus menguasai coding secara mendalam. Ketiga, kemampuan bahasa dan penalaran Gemini yang baik dalam bahasa Indonesia, sehingga memudahkan guru menyederhanakan materi pembelajaran.
Dalam sesi ini, Saiful juga mendemonstrasikan sejumlah tutorial praktis yang dapat langsung diterapkan di kelas. Di antaranya teknik prompting PARTS (Persona, Aim, Recipient, Theme, Structure) untuk menghasilkan perintah yang efektif, pembuatan bank soal otomatis berbasis HOTS dan LOTS, serta pemanfaatan Gemini Canvas untuk mengembangkan media ajar interaktif seperti kuis dan permainan edukatif berbasis web.
Ia menegaskan bahwa AI seharusnya diposisikan sebagai mitra kolaborasi (co-pilot) bagi guru. “Dengan bantuan AI, guru dapat menghemat waktu administrasi sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk membangun koneksi emosional, menanamkan karakter, dan memberikan perhatian personal kepada peserta didik,” tuturnya.
Sesi kedua workshop dilanjutkan oleh Indah Fani Damayanti, S.Pd., mahasiswa PAI Semester III, yang memaparkan materi tentang AI dan Gamifikasi Pembelajaran. Indah menjelaskan bahwa gamifikasi berbasis AI dapat berfungsi sebagai asisten digital dalam menyusun soal, merancang permainan edukatif, serta mengembangkan materi pembelajaran secara lebih efektif.
Menurutnya, pendekatan gamifikasi yang dipadukan dengan AI mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik. Selain itu, AI membantu guru menghemat waktu perencanaan pembelajaran serta menyediakan variasi aktivitas belajar yang sesuai dengan karakter peserta didik di era digital.
Indah membagikan beberapa tutorial, antara lain pemanfaatan AI untuk menyusun soal dan materi ajar, pembuatan kuis dan game edukatif menggunakan platform Genially, Wayground, dan Wordwall, perancangan alur gamifikasi yang sesuai tujuan pembelajaran, serta integrasi AI dan gamifikasi dalam proses belajar mengajar. Seluruh tutorial disampaikan secara bertahap dengan pendampingan mahasiswa PAI lainnya agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan.
Kegiatan workshop ditutup dengan harapan agar para guru dapat memanfaatkan AI secara bijak dan kreatif. “AI hendaknya dijadikan alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti peran guru. Dengan pemanfaatan yang tepat, AI dapat membantu menciptakan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman,” pungkas Indah.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UINSI Samarinda menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi pendidik sekaligus menguatkan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan nyata di lapangan.
Humas Pascasarjana (I.m)

