373 Mahasiswa Baru Ikuti Orientasi Pascasarjana UINSI Samarinda, Awali Perjalanan Menuju Kemandirian Akademik
PASCASARJANA UINSI – SAMARINDA – Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 sebagai langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa menempuh perjalanan akademik pada jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Auditorium UINSI Samarinda.
Mengusung semangat penguatan etika akademik, pemahaman terhadap sistem dan metode pembelajaran modern, serta pembangunan budaya komunikasi yang sehat antara mahasiswa dan dosen, orientasi ini diikuti oleh 373 mahasiswa baru Pascasarjana UINSI Samarinda.
Direktur Pascasarjana UINSI Samarinda, Prof. Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa orientasi akademik memiliki posisi strategis dalam membekali mahasiswa sebelum memasuki dinamika pendidikan tinggi pada jenjang pascasarjana.
Menurutnya, kegiatan orientasi dapat diibaratkan sebagai “manasik akademik”, yakni proses pembekalan yang memberikan pemahaman dan peta jalan kepada mahasiswa sebelum memasuki perjalanan keilmuan yang lebih kompleks.
“Masuk ke dunia pascasarjana tanpa pemahaman orientasi ibarat memasuki hutan tanpa peta. Keberhasilan studi tidak hanya ditentukan ketika menjalani perkuliahan teori, tetapi juga sangat ditentukan oleh kesiapan mahasiswa dalam menyelesaikan karya ilmiah akhir, baik tesis maupun disertasi,” ujar Prof. Ilyasin.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ilyasin juga menyampaikan bahwa minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan pada Program Pascasarjana UINSI Samarinda terus menunjukkan peningkatan. Pada penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 yang dibuka melalui tiga gelombang, Pascasarjana UINSI Samarinda berhasil menerima 373 mahasiswa baru, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 340 mahasiswa.
Sementara itu, Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. H. Zurqoni, M.Ag., dalam arahannya menyampaikan sejumlah pesan penting terkait dinamika studi di perguruan tinggi, khususnya pada jenjang pendidikan pascasarjana.
Rektor menegaskan bahwa menempuh pendidikan Magister dan Doktor bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik, melainkan sebuah perjalanan intelektual yang menuntut kesiapan mental, kematangan berpikir, keluhuran etika, serta kemandirian dalam mengembangkan keilmuan.
“Dunia akademik pascasarjana dapat menjadi ‘surga akademik’ bagi mereka yang mampu menikmati dan memaknai prosesnya. Namun, proses tersebut juga dapat terasa berat apabila tidak disikapi dengan kesiapan dan kebijaksanaan. Kuncinya terletak pada komitmen, kelurusan niat, serta kemampuan membangun komunikasi yang sehat dan santun antara mahasiswa dan dosen pembimbing,” tegas Prof. Zurqoni.
Lebih lanjut, Prof. Zurqoni mendorong mahasiswa jenjang S2 dan S3 untuk terus mengembangkan pola belajar yang mandiri. Menurutnya, mahasiswa pascasarjana tidak hanya perlu memahami konsep andragogi sebagai pendekatan pembelajaran bagi orang dewasa, tetapi juga perlu bertransformasi menuju heutagogi, yaitu pendekatan pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama yang secara aktif menentukan arah, strategi, metode, serta kedalaman pengembangan keilmuannya.
Pada akhir arahannya, Rektor UINSI Samarinda mengingatkan seluruh mahasiswa baru agar memantapkan niat dalam menuntut ilmu dengan penuh ketulusan, lillahi ta’ala, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai, norma, dan etika akademik yang berlaku di lingkungan UINSI Samarinda.
Rangkaian kegiatan orientasi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan jajaran pimpinan Program Pascasarjana, Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta Unit Penjaminan Mutu (UPM). Mahasiswa baru juga memperoleh pembekalan mengenai pedoman tata tulis karya ilmiah serta pelaksanaan matrikulasi akademik pada masing-masing program studi.
Melalui kegiatan orientasi ini, Pascasarjana UINSI Samarinda berharap seluruh mahasiswa baru memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai sistem akademik, budaya keilmuan, serta tanggung jawab sebagai insan akademik. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalani proses pendidikan Magister dan Doktor secara mandiri, berintegritas, serta menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Humas Pascasarjana (I.m)




