Perkuat Persiapan Akreditasi dan BKD, Dr. Bahrani Tekankan Kelengkapan RPS dan Data Akademik Pascasarjana UINSI
Pascasarjana UINSI – SAMARINDA — Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda kembali melaksanakan upacara pagi rutin pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan yang berlangsung sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan penguatan koordinasi sivitas akademika tersebut dipimpin oleh Dr. Bahrani, M.Pd.
Dalam amanatnya, Dr. Bahrani mengawali penyampaian dengan mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat melaksanakan tugas dan amanah dalam menjalankan aktivitas akademik di lingkungan Pascasarjana UINSI Samarinda.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama dalam amanat tersebut adalah persiapan akreditasi program studi. Dr. Bahrani mengingatkan para ketua dan sekretaris program studi agar bersama-sama mempersiapkan berbagai kebutuhan akreditasi, khususnya berkaitan dengan borang, data, serta dokumen pendukung.
Menurutnya, kesiapan setiap program studi perlu dilakukan secara sistematis dan tidak menunggu hingga mendekati waktu pelaksanaan asesmen. Setiap data dan dokumen harus dipastikan tersedia, terbarui, serta sesuai dengan kebutuhan instrumen akreditasi.
“Persiapan akreditasi setiap program studi perlu dilakukan bersama-sama, terutama dalam menyiapkan borang, data, dan dokumen. Masing-masing program studi harus memastikan seluruh kebutuhan tersebut dapat dipersiapkan dengan baik,” ujar Dr. Bahrani.
RPS Menjadi Bagian Penting dalam Persiapan Akreditasi. Selain dokumen akreditasi, Dr. Bahrani menekankan pentingnya Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sebagai salah satu perangkat akademik yang harus mendapat perhatian serius.
Ia menyampaikan bahwa kelengkapan RPS menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan dokumen akreditasi. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, khususnya pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), masih terdapat dokumen RPS yang perlu dilengkapi.
Dr. Bahrani juga meminta agar road map RPS yang sebelumnya telah diberikan oleh Pascasarjana kembali diperhatikan dan ditindaklanjuti. Terdapat sejumlah mata kuliah yang perlu dipastikan kelengkapan RPS-nya sehingga seluruh dokumen dapat terdokumentasi dengan baik.
Ia mendorong adanya koordinasi dan saling mengingatkan antarunit, khususnya dalam melakukan pemantauan terhadap RPS setiap program studi.
“Alangkah baiknya dibuat daftar RPS yang sudah terkumpul dan yang belum, sehingga dapat diketahui dengan jelas mata kuliah dan program studi mana yang masih perlu melengkapi RPS,” jelasnya.
Hal tersebut dinilai penting mengingat proses perkuliahan telah memasuki pertemuan keempat, sehingga kelengkapan perangkat pembelajaran menjadi bagian yang perlu segera diperhatikan oleh masing-masing program studi dan dosen.
Penguatan Kinerja Dosen melalui Pemenuhan BKD. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Bahrani juga menyampaikan perkembangan terkait Beban Kerja Dosen (BKD). Saat ini, para asesor mulai melakukan penilaian terhadap BKD semester sebelumnya dengan melakukan validasi berdasarkan data yang tercatat pada sistem.
Ia mengingatkan para dosen untuk memastikan data kinerja akademik telah tercatat dan terpenuhi dalam sistem SISTER. Berdasarkan pemantauan, masih terdapat sejumlah data yang perlu dilengkapi, termasuk berkaitan dengan pemenuhan unsur jabatan fungsional dan kinerja dosen.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi dosen untuk terus meningkatkan produktivitas akademik, salah satunya melalui kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah.
“Menulis artikel menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena publikasi ilmiah juga menjadi bagian dari kinerja akademik dosen dan perlu dipersiapkan untuk pemenuhan BKD ke depannya,” ungkapnya.
Dr. Bahrani berharap seluruh dosen, ketua program studi, dan sekretaris program studi dapat menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Koordinasi dan kepedulian bersama diperlukan agar berbagai kebutuhan akademik, baik untuk akreditasi maupun pemenuhan BKD, dapat dipersiapkan secara optimal.
Menutup amanatnya, Dr. Bahrani mengajak seluruh sivitas akademika Pascasarjana UINSI Samarinda untuk terus menjaga komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Semoga apa yang kita lakukan ini memberikan manfaat. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalankan tugas sesuai dengan amanah dan tanggung jawab kita sebagai ASN, ketua program studi, sekretaris program studi, maupun dosen,” pungkasnya.
Upacara pagi tersebut menjadi momentum penguatan koordinasi dan komitmen bersama dalam meningkatkan tata kelola akademik Pascasarjana UINSI Samarinda, khususnya melalui kesiapan akreditasi, kelengkapan perangkat pembelajaran, serta peningkatan kinerja dan produktivitas dosen.
Humas Pascasarjana (I.m)




