Mengukir Jejak Keilmuan Al-Qur’an: Dr. Nasiruddin Al Arifi Resmi Raih Gelar Doktor Ke-22 Pascasarjana UINSI Samarinda
Pascasarjana UINSI – Samarinda — Pascasarjana UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda kembali menorehkan prestasi akademik melalui penyelenggaraan Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam, yang dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026. Momentum ilmiah ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan riset pendidikan Islam dengan lahirnya Doktor ke-22 Pascasarjana UINSI Samarinda.
Promovendus Nasiruddin Al Arifi berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul:
“Pengembangan Model Pembelajaran Tahfiz Al Murtah untuk Meningkatkan Capaian Hafalan Al-Qur’an Menggunakan Pendekatan Research and Development (R&D).”
Dalam sidang terbuka tersebut, promovendus memaparkan bahwa perkembangan program tahfiz di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Tercatat terdapat 236 juta jiwa penduduk Muslim, sekitar 180.320 lembaga pendidikan Islam, 39.043 pesantren, serta lebih dari 10.000 sekolah Islam yang menjadi basis pengembangan pendidikan Al-Qur’an. Namun demikian, peningkatan kuantitas tersebut masih dihadapkan pada tantangan berupa belum optimalnya capaian hafalan peserta didik, efektivitas pembelajaran, serta perlunya model pembelajaran yang lebih sistematis dan adaptif.
Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk:
- Mengembangkan Model Pembelajaran Tahfiz Al Murtah.
- Menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan model.
- Menganalisis pengaruh model terhadap peningkatan capaian hafalan Al-Qur’an siswa di sekolah Islam.
Dalam pemaparannya, Nasiruddin menjelaskan bahwa penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) yang mengadopsi Model Borg & Gall. Pengembangan dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan model, validasi ahli, revisi, uji coba skala kecil, uji coba skala sedang, hingga uji coba skala besar sebelum dilakukan implementasi secara luas. Model ini juga dievaluasi menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk memastikan validitas konstruk pembelajaran yang dikembangkan.
Model Al Murtah yang dikembangkan mengintegrasikan berbagai komponen penting pembelajaran tahfiz, meliputi sintaks pembelajaran, aktivitas guru dan peserta didik, strategi penguatan motivasi belajar, akomodasi gaya belajar, hingga sistem evaluasi capaian hafalan secara berkelanjutan. Pendekatan ini dirancang agar proses menghafal Al-Qur’an menjadi lebih terstruktur, efektif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan memenuhi aspek valid, praktis, dan efektif, serta mampu meningkatkan capaian hafalan Al-Qur’an siswa secara signifikan. Analisis CFA juga memperlihatkan bahwa indikator-indikator utama, seperti capaian hafalan, keefektifan, kepraktisan, akomodasi gaya belajar, dan motivasi belajar, membentuk konstruk model yang kuat sebagai fondasi implementasi pembelajaran tahfiz di sekolah Islam.
Keberhasilan mempertahankan disertasi ini sekaligus mengukuhkan Dr. Nasiruddin Al Arifi sebagai Doktor ke-22 Pascasarjana UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Capaian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi prestasi akademik pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan inovasi pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia.
Sidang terbuka ini menjadi bukti komitmen Pascasarjana UINSI Samarinda dalam melahirkan doktor-doktor yang menghasilkan karya ilmiah inovatif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu memperkaya khazanah keilmuan Pendidikan Agama Islam melalui riset yang berdampak bagi dunia pendidikan dan peradaban Islam.
Humas Pascasarjana (A.m)



