Lima Pesan Malaikat Jibril Jadi Refleksi Integritas ASN, Rektor UINSI Tekankan Pentingnya Manajemen Talenta
Pascasarjana UINSI — Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., menyampaikan amanat yang sarat akan nilai-nilai spiritual dan penguatan tata kelola aparatur sipil negara (ASN) dalam Upacara Senin yang berlangsung di Kampus 1 UINSI Samarinda, Jalan KH. Abul Hasan, Senin (27/7/2026).
Dalam amanatnya, Rektor mengawali dengan menyampaikan lima pesan Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW sebagai refleksi moral yang relevan bagi kehidupan pribadi maupun pengabdian sebagai aparatur negara.
Lima pesan tersebut meliputi: pertama, hiduplah sesukamu karena pada akhirnya setiap manusia akan menghadapi kematian. Kedua, cintailah siapa pun yang dikehendaki karena pada akhirnya setiap pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan. Ketiga, berbuatlah sesuai kehendakmu karena setiap amal akan memperoleh balasan. Keempat, kemuliaan seorang mukmin terletak pada ibadah salat malam (qiyamul lail). Kelima, kewibawaan seorang mukmin lahir dari sikap mandiri dan tidak bergantung kepada manusia.
Prof. Zurqoni menegaskan bahwa pesan ketiga menjadi prinsip penting dalam membangun budaya kerja di lingkungan birokrasi. Menurutnya, setiap bentuk pengabdian, dedikasi, dan kinerja pegawai akan dipertanggungjawabkan serta memperoleh konsekuensi sesuai dengan kualitas pekerjaan yang dilakukan.
“Berbuatlah sebaik-baiknya, karena setiap amal dan setiap pekerjaan akan mendapatkan balasan. Nilai ini harus menjadi landasan etika dalam menjalankan tugas sebagai ASN,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan perkembangan kebijakan Manajemen Talenta ASN yang saat ini tengah menjadi fokus implementasi di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sistem tersebut merupakan proses strategis dalam mengidentifikasi, mengembangkan, menempatkan, mempertahankan, hingga mempersiapkan pengembangan karier pegawai berdasarkan kompetensi, kinerja, dan rekam jejak profesional.
Menurutnya, regulasi mengenai manajemen talenta sedang disiapkan sebagai bagian dari transformasi birokrasi yang lebih profesional, objektif, dan berbasis merit.
Sebagai bagian dari implementasi sistem tersebut, setiap ASN diharapkan mulai menyusun portofolio atau look book yang memuat rekam jejak prestasi, pengalaman, kompetensi, pelatihan, sertifikasi, serta berbagai capaian profesional. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam proses promosi, pengembangan karier, maupun evaluasi jabatan.
Rektor menjelaskan bahwa ke depan mekanisme pengisian jabatan tertentu tidak lagi semata-mata mengandalkan proses seleksi atau tes jabatan, melainkan lebih mengedepankan penilaian terhadap rekam jejak kompetensi dan kinerja yang terdokumentasi dalam portofolio ASN.
Oleh karena itu, Prof. Zurqoni mengimbau seluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kompetensi, aktif mengikuti berbagai pelatihan, seminar, sertifikasi, serta mendokumentasikan seluruh prestasi dan pengembangan diri melalui sistem CASN sebagai bagian dari penguatan profil profesional pegawai.
Melalui amanat tersebut, Rektor berharap seluruh sivitas akademika UINSI Samarinda mampu memadukan nilai-nilai spiritual dengan profesionalisme birokrasi, sehingga tercipta budaya kerja yang berintegritas, adaptif, unggul, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan tinggi Islam.
Humas Pascasarjana (I.m)



