Pascasarjana UINSI Samarinda
Akademik

Ujian Terbuka Doktor ke-18 UINSI Samarinda, Dr. Iskandar Yusuf Tegaskan Pentingnya Ilmu yang Bermanfaat untuk Bangsa

Pascasarjana UINSI NEW – Suasana akademik penuh khidmat dan inspiratif mewarnai pelaksanaan Ujian Terbuka Program Doktor ke-18 Program Studi Pendidikan Agama Islam di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda pada Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam sidang terbuka tersebut, Dr. Iskandar Yusuf resmi meraih gelar Doktor setelah melalui rangkaian proses akademik yang panjang, penuh perjuangan, serta bimbingan intensif dari para promotor dan penguji. Hadir Prof. Arif Zamhari, M.Ag., Ph.D sebagai Penguji Utama dari Universitas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam penyampaiannya, Dr. Iskandar Yusuf mengungkapkan rasa syukur atas proses pendidikan yang telah dilalui. Ia menilai perjalanan menempuh pendidikan doktoral bukan hanya sekadar proses akademik, namun juga sarana pembelajaran hidup yang memberikan banyak hikmah dan pengalaman berharga.

Foto Iskandar pada saat di Uji

“Proses ini memberikan banyak pembelajaran bagi kami, sebagaimana yang disampaikan Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag. Atas bimbingan para promotor, tentu masih banyak kekurangan dan kesalahan selama proses penyusunan disertasi ini. Namun ilmu yang telah diberikan semoga menjadi berkah dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Foto Penguji Utama bersama Rektor

Sementara itu, Wakil Rektor I UINSI Samarinda sekaligus Promotor I, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas ketekunan dan semangat Dr. Iskandar Yusuf dalam menyelesaikan studi doktoralnya. Menurutnya, meskipun proses penyelesaian studi memakan waktu hampir enam tahun, perjuangan tersebut membuktikan konsistensi, kesabaran, serta dukungan besar dari keluarga.

Prof. Nasir menegaskan bahwa keberhasilan meraih gelar doktor bukan semata tentang capaian akademik, melainkan juga bagaimana seorang akademisi mampu menerima arahan, kritik, dan saran dari promotor maupun penguji demi menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

“Dr. Iskandar memiliki semangat perjuangan yang baik dalam menyesuaikan diri terhadap berbagai masukan dari promotor dan penguji. Dukungan keluarga juga menjadi kekuatan besar hingga beliau mampu menyelesaikan pendidikan doktoralnya,” ujar Prof. Nasir.

Ia juga berharap gelar doktor yang diraih dapat membawa keberkahan bagi pribadi, keluarga, serta lingkungan sekitar. Menurutnya, ilmu harus berjalan beriringan dengan keimanan sebagaimana pesan dalam Al-Qur’an tentang pentingnya orang beriman dan berilmu.

“Semoga gelar ini membawa keberkahan bagi Dr. Iskandar Yusuf dan menjadi motivasi bagi anak-anak serta cucu di masa mendatang agar terus meningkatkan kualitas diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Prof. Nasir turut mendorong agar tradisi akademik terus dijaga melalui publikasi ilmiah, penulisan buku, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Menulis tidak berhenti pada disertasi. Publikasi ilmiah, karya buku, dan pengabdian kepada bangsa dan negara harus terus dilanjutkan,” tutupnya

Humas Pascasarjana (I.m)