Pascasarjana UINSI Samarinda Gelar Workshop Penyusunan Renstra 2025–2029
Samarinda — Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Pascasarjana yang berlangsung di Hotel Grand Sawit, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan arah pengembangan Pascasarjana selaras dengan Renstra Universitas.
Workshop menghadirkan narasumber Nasional, Dr. Muhammad Ghafur Wibowo, SE., M.Sc., yang menyampaikan materi bertajuk Sinkronisasi Renstra Pascasarjana dengan Renstra Universitas: Strategi Penurunan Sasaran dan Penyusunan Indikator Kinerja. Materi tersebut menekankan pentingnya keselarasan visi, misi, serta indikator kinerja yang terukur dan realistis sebagai dasar perencanaan institusi pendidikan tinggi.
Wakil Direktur Pascasarjana UINSI Samarinda, Prof. Dr. Khojir, M.Si., dalam paparannya mengulas sejarah penyusunan Renstra UINSI yang tidak terlepas dari peran UIN Sunan Kalijaga. Ia menyampaikan bahwa pada masa embrio UIN, proses penyusunan Renstra dilakukan dengan pendampingan intensif dari almarhum Prof. Fakhri bersama tim kecil yang berjumlah lima orang. Sejak saat itu, Renstra telah mengalami beberapa kali revisi seiring perkembangan kelembagaan UINSI Samarinda.
“Renstra Pascasarjana memiliki nilai strategis karena memberikan nuansa baru dan arah yang jelas bagi pengembangan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda ke depan,” ujar Prof. Khojir.
Workshop ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zamroni, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pascasarjana menjadi unit pertama di lingkungan UINSI Samarinda yang menyusun Renstra secara komprehensif. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Pascasarjana, termasuk ucapan selamat atas pencapaian Wakil Direktur Pascasarjana yang meraih gelar Profesor pada tahun 2025.
Prof. Zamroni menekankan bahwa penyusunan Renstra merupakan proses panjang dan idealnya harus ditetapkan pada tahun 2025. Ia menjelaskan bahwa evaluasi Renstra sebelumnya telah dilakukan untuk periode 2020–2024 melalui tahapan yang panjang, termasuk Focus Group Discussion (FGD) hingga sebelas tahapan. Workshop ini dinilai sangat tepat karena draf Renstra telah disusun dan sebelumnya juga dibahas dalam rapat di Bontang.
“Renstra lembaga merupakan kompas bagi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri untuk empat tahun ke depan. Oleh karena itu, Renstra harus benar-benar valid, terukur, dan mampu menggambarkan program-program yang akan dilaksanakan,” tegasnya.
Workshop ini diharapkan mampu menghasilkan Renstra Pascasarjana UINSI Samarinda yang berkualitas, aplikatif, dan menjadi pedoman strategis dalam mewujudkan penguatan akademik dan tata kelola institusi di masa mendatang.
Humas Pascasarjana (I.m)






