Mahasiswa Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana UINSI Samarinda Gelar Kunjungan Kajian Filologi Naskah Al-Qur’an di Masjid Sirotol Mustaqim
Samarinda Seberang, 10 November 2023.
Sebagai bagian dari kegiatan akademik dalam mata kuliah Metode dan Pendekatan Studi Islam, mahasiswa Program Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melaksanakan kunjungan ilmiah ke Masjid Sirotol Mustaqim di kawasan Samarinda Seberang pada Jumat, 10 November 2023.
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan kajian filologi terhadap naskah Al-Qur’an klasik yang tersimpan di masjid bersejarah tersebut. Naskah-naskah ini diyakini merupakan warisan ulama lokal yang telah berperan penting dalam penyebaran dan pendidikan Islam di Kalimantan Timur pada masa lampau.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa secara langsung mengamati dan menganalisis kondisi fisik serta isi kandungan naskah, termasuk bentuk tulisan, aksara Arab Pegon, metode penulisan, hingga aspek pelestarian naskah. Aktivitas ini menjadi pengalaman empiris yang sangat penting untuk mendalami pendekatan ilmiah dalam studi teks-teks Islam klasik.
Dosen pengampu mata kuliah Dr. Iskandar, M.Ag, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pendekatan interdisipliner dalam studi Islam, khususnya dalam pengkajian manuskrip keislaman yang menjadi sumber utama dalam penelitian ilmu-ilmu Al-Qur’an dan tafsir.
“Dengan menyentuh langsung naskah kuno, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami sendiri bagaimana pentingnya pelestarian khazanah keilmuan Islam. Ini adalah bagian dari upaya merawat warisan keilmuan ulama terdahulu,” ujarnya.
Masjid Sirotol Mustaqim sendiri merupakan salah satu masjid tertua di Samarinda yang memiliki nilai historis dan kultural tinggi. Keberadaan naskah-naskah Al-Qur’an di masjid ini menjadi bukti nyata tingginya tradisi literasi dan keagamaan masyarakat lokal sejak masa silam.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan penelitian filologis dan memperkaya perspektif keilmuan mereka dalam konteks lokal yang otentik.
