Kuliah Tamu Pascasarjana: Menggali Makna Al-Qur’an dalam Realitas Sosial bersama Dr. Ahmad Rafiq
Samarinda – Program Studi Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana UINSI Samarinda sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu secara daring bersama Ahmad Rafiq, Ph.D, dosen sekaligus pakar Studi Al-Qur’an dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada hari Sabtu, 15 Februari 2025.
Kegiatan yang mengangkat tema “Studi Living Qur’an: Pendekatan Kontekstual terhadap Makna Al-Qur’an dalam Kehidupan Sosial” ini diikuti oleh puluhan mahasiswa, dosen, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Dr. Ahmad Rafiq menjelaskan bahwa Studi Living Qur’an merupakan pendekatan yang menelusuri bagaimana Al-Qur’an tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga dihidupkan dalam praktik dan budaya masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menggali tafsir dari pengalaman umat, termasuk dalam tradisi, ritus, hingga praktik sosial yang mengandung nilai-nilai Qur’ani.
“Al-Qur’an hidup bukan hanya dalam mushaf, tetapi dalam tindakan, tradisi, dan interaksi sosial umat Islam. Di situlah makna berkembang,” ujarnya.
Selain membahas aspek teoritis, diskusi juga menyoroti berbagai praktik Living Qur’an di masyarakat lokal, termasuk contoh-contoh di Kalimantan Timur seperti tradisi khataman, ritual keagamaan berbasis komunitas, serta nilai-nilai lokal yang selaras dengan pesan Al-Qur’an.
Acara ini menjadi salah satu upaya Program Studi IAT Pascasarjana UINSI Samarinda dalam memperluas cakrawala akademik mahasiswa dan memperkuat integrasi keilmuan berbasis konteks lokal. Ketua Prodi IAT menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus menjadi ruang dialektika antara teks dan konteks dalam kajian keislaman.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif dan penuh antusiasme, mencerminkan tingginya minat terhadap pendekatan baru dalam kajian Al-Qur’an.
