Pascasarjana UINSI Samarinda
Pascasarjana UINSI

Dari Ruang Disertasi Menuju Perubahan Pendidikan Islam: Doktor UINSI Samarinda Uji Gagasan Strategis untuk Masa Depan Bangsa

Pascasarjana UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam melalui pelaksanaan Ujian Seminar Hasil dan Ujian Tertutup Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam yang berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di Kampus I UINSI Samarinda, Jalan KH. Abul Hasan. Kegiatan akademik tersebut menghadirkan para promotor, ko-promotor, tim penguji internal maupun eksternal untuk menguji kualitas ilmiah para kandidat doktor sebelum memasuki tahapan akhir penyelesaian studi.

Pelaksanaan ujian bukan sekadar agenda akademik yang bersifat administratif, melainkan menjadi forum ilmiah yang mempertemukan argumentasi, metodologi, dan kebaruan penelitian dalam satu ruang diskusi akademik yang kritis. Setiap peserta diuji atas kemampuan mempertahankan konstruksi teoritis, validitas temuan penelitian, hingga relevansi disertasi terhadap perkembangan Pendidikan Agama Islam di era transformasi sosial dan digital.

Beragam tema strategis mewarnai rangkaian Seminar Hasil maupun Ujian Tertutup. Mulai dari pengembangan model pembelajaran Al-Qur’an, implementasi deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, pendidikan moderasi beragama, pembelajaran inklusif bagi peserta didik berkebutuhan khusus, penguatan kompetensi guru di era Smart Society 5.0, hingga pengembangan pendidikan ramah anak dan peningkatan kompetensi keislaman masyarakat melalui majelis taklim. Seluruh penelitian tersebut menunjukkan bahwa Program Doktor Pendidikan Agama Islam UINSI Samarinda terus mendorong lahirnya penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

Direktur Pascasarjana UINSI Samarinda, Prof. Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd, yang juga terlibat sebagai Ketua Tim Penguji pada sejumlah sesi ujian, menegaskan bahwa kualitas seorang doktor tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan disertasi, tetapi juga dari kontribusi pemikirannya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, Program Doktor Pendidikan Agama Islam terus diarahkan untuk melahirkan akademisi, peneliti, dan pemimpin pendidikan yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta kemampuan menghasilkan inovasi berbasis riset yang dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan nasional.

Atmosfer akademik selama pelaksanaan ujian berlangsung dinamis. Para peserta mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji melalui dialog ilmiah yang mendalam, disertai kritik konstruktif dan rekomendasi penyempurnaan. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga standar mutu lulusan doktor agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi kaidah akademik sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan dan praktik Pendidikan Agama Islam.

Pelaksanaan Seminar Hasil dan Ujian Tertutup ini juga memperlihatkan semakin kuatnya budaya riset di lingkungan Pascasarjana UINSI Samarinda. Setiap disertasi didorong tidak berhenti sebagai dokumen akademik di perpustakaan, tetapi menjadi referensi ilmiah, sumber inovasi pembelajaran, serta pijakan dalam merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan Islam di tingkat lokal maupun nasional.

Melalui rangkaian ujian ini, Pascasarjana UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya mencetak lulusan bergelar doktor, tetapi juga melahirkan pemikir-pemikir yang siap menghadirkan gagasan transformatif bagi kemajuan pendidikan Islam, penguatan moderasi beragama, serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul di masa depan.

Humas Pascasarjana (I.m)