Pascasarjana UINSI Samarinda
Akademik

Lulusan Doktor ke-23 Pascasarjana UINSI Samarinda Hadirkan Model SI-INRA, Inovasi Pendidikan Ramah Anak Berbasis Nilai Islam

Pascasarjana UINSI – Samarinda, 24 Juli 2026 – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda kembali mencatatkan capaian akademik melalui penyelenggaraan Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam (S3) pada Jumat, 24 Juli 2026. Pada kesempatan tersebut, Sirajuddin resmi mengikuti ujian promosi doktor sebagai lulusan Doktor ke-23 Pascasarjana UINSI Samarinda dengan mempertahankan disertasi yang menawarkan inovasi konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan anak.

Disertasi yang diangkat berjudul “Konstruksi Model Internalisasi Pendidikan Ramah Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam dan Implementasinya pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Kalimantan Timur (Studi Multisitus di SDN 002 Sangatta Utara, SDN 002 Bontang Selatan, dan SDN 008 Samarinda Kota).” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah dasar, serta belum optimalnya implementasi kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Sidang terbuka dipimpin oleh Prof. Dr. H. Zurqoni, M.Ag. selaku Ketua Tim Penguji, dengan didampingi Prof. Dr. Khojir, M.Si. sebagai Penguji Utama, Prof. Dr. Dakir, M.A. sebagai Penguji Utama Eksternal, Prof. Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd. sebagai Penguji I, Prof. Dr. Zamroni, M.Pd. sebagai Penguji II, Dr. H. Bahrani, M.Pd. sebagai Penguji III, dan Dr. Hj. Noorthaibah, M.Ag. sebagai Sekretaris merangkap Penguji IV.

Melalui pendekatan penelitian kualitatif multisitus, penelitian ini mengkaji secara mendalam proses internalisasi nilai-nilai pendidikan ramah anak pada pembelajaran PAI di tiga sekolah dasar di Kalimantan Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui enam nilai utama, yaitu rahmah (kasih sayang), keadilan, perlindungan anak, partisipasi, kejujuran dan tanggung jawab (amanah), serta penghormatan terhadap martabat peserta didik sebagai fondasi pembentukan karakter religius dan humanis.

Kontribusi ilmiah utama dari disertasi ini adalah lahirnya Model ACTTT (Adaptation, Collaboration, Transformation, Transaction, dan Transinternalisation), yaitu pengembangan dari model internalisasi nilai Muhaimin yang diperkaya dengan dimensi adaptasi dan kolaborasi. Model tersebut memperkuat proses penanaman nilai agar lebih kontekstual, partisipatif, serta mampu membangun sinergi antara guru, kepala sekolah, orang tua, dan budaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak.

Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan sebuah model konseptual baru yang dinamakan Spiral Integratif Internalisasi Nilai Ramah Anak (SI-INRA). Model ini mengadopsi prinsip Spiral Curriculum dari Jerome Bruner, yang menegaskan bahwa proses internalisasi nilai dilakukan secara bertahap, berkesinambungan, integratif, dan progresif sehingga nilai-nilai pendidikan ramah anak tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi tumbuh menjadi budaya sekolah dan karakter peserta didik.

Secara akademik, temuan ini memperkaya khazanah keilmuan Pendidikan Agama Islam dengan menghadirkan model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan paradigma Sekolah Ramah Anak, sehingga memberikan landasan teoritis sekaligus praktis bagi pengembangan pendidikan dasar di Indonesia. Model SI-INRA diharapkan menjadi referensi bagi guru, kepala sekolah, peneliti, maupun pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih berorientasi pada pembentukan karakter, perlindungan anak, dan peningkatan mutu pembelajaran PAI.

Sidang Terbuka Promosi Doktor ini sekaligus menjadi bukti konsistensi Pascasarjana UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda dalam melahirkan doktor-doktor yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik yang unggul, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi ilmiah yang relevan dengan tantangan pendidikan nasional. Sebagai lulusan Doktor ke-23, Sirajuddin diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam yang berkarakter, inklusif, serta adaptif terhadap dinamika masyarakat dan perkembangan zaman.

Humas Pascasarjana (I.m)